وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ Arab-Latin Wa al laisa lil-insāni illā mā sa'āArtinya Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, An-Najm 38 ✵ An-Najm 40 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangKandungan Berharga Terkait Surat An-Najm Ayat 39 Paragraf di atas merupakan Surat An-Najm Ayat 39 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada aneka ragam kandungan berharga dari ayat ini. Tersedia aneka ragam penjelasan dari banyak ulama terkait isi surat An-Najm ayat 39, di antaranya sebagaimana tertera📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia38-39. Yaitu bahwa seseorang tidak dihukum karena dosa orang lain, dan dosa seseorang tidak dipikul oleh orang lain. Seseorang tidak mendapatkan pahala kecuali apa yang diusahakannya untuk dirinya sesuai kesanggupannya.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram39. Dan bahwa seseorang tidak mendapat pahala kecuali pahala amalnya yang telah ia kerjakan.📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah39. وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya Yakni tidak ada yang dia dapatkan melainkan pahala dan balasan dari amal perbuatannya sendiri, dan dia tidak berhak mendapat balasan amal yang tidak dia dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah39. Tidak ada bagi manusia kecuali usaha yang dipilihnya. Maknanya yaitu kecuali balasan atas perbuatannya di dunia📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah{bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah dia usahakan📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H38-41. Terdapat berbagai hukum dalam lembaran-lembaran itu, di antara yang terpenting adalah yang disebutkan Allah dalam FirmanNYa, “yaitu bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” Artinya, setiap orang akan menanggung akibat amalannya, baik maupun buruk. Setiap orang tidak akan mendapatkan balasan apa pun dari amalan orang lain dan tidak menanggung dosa siapa pun. “dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya,” yakni di akhirat, dan kebaikan akan dipisahkan dari keburukan, “kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,” yaitu yang mencakup seluruh amal; amalan baik dibalas baik dan amalan buruk dibalas buruk. Balasan adil uang membuat semua manusia mengakuinya dan memuji Allah atas keadilanNya bahkan penghuni neraka sekalipun pada saat dimasukkan ke dalam neraka, tapi hatinya penuh pujian terhadap Rabb mereka serta mengakui kesempurnaan hikmah Nya dan marah terhadap diri mereka sendiri. Mereka mengetahui bahwa yang menyebabkan mereka masuk ke dalam tempat kembali yang paling buruk adalah diri mereka sendiri. Ada yang mengambil dalil dari Firman Allah, “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,” dengan berpendapat bahwa amal kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah tidak boleh dihadiahkan kepada orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Menurut mereka, karena Allah berfirman, “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,” sampainya usaha orang lain pada seseorang menafikan ayat ini. Cara pengambilan dalil ini perlu dikaji ulang, karena ayat ini menunjukkan, seseorang tidak akan mendapatkan apa pun selain yang telah dikerjakan sendiri, ini memang benar dan tidak perlu diperdebatkan, namun ayat ini tidak menunjukkan bahwa seseorang tidak mendapatkan manfaat dari hasil usaha orang lain jika yang bersangkutan menghadiahkannya pada yang lain. Sama seperti harta, seseorang tidak memiliki harta selain yang dimiliki, hal itu tidak mengharuskan yang bersangkutan tidak memiliki harta yang diberikan oleh orang lain kepadanya di samping harta yang dimilikinya dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat An-Najm ayat 39 38-39. Allah menjelaskan apa isi dai lembaran-lembaran itu Ketahuilah bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya manusia kecuali akan dibalas atas usaha dan amalannya; Maka anak-anaknya dan amalan-amalan, serta lain-lainnya termasuk dari usahanya.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, setiap orang yang beramal, maka untuknya amalnya itu baik atau buruk, dia tidak mendapatkan amal dan usaha orang lain sedikit pun serta tidak akan memikul dosa orang lain. Sebagian ulama berdalih dengan ayat ini untuk menerangkan bahwa semua ibadah tidak bisa dihadiahkan kepada orang-orang yang masih hidup maupun yang sudah mati, karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” Oleh karena itu, sampainya usaha orang lain kepadanya bertentangan dengan ayat ini. Namun menurut Syaikh As Sa’diy, “Pendalilan ini perlu ditinjau kembali, karena ayat hanyalah menunjukkan bahwa seseorang tidaklah mendapatkan selain yang ia kerjakan sendiri. Ini jelas tidak ada khilaf, namun di ayat itu tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa tidak bermanfaat untuknya usaha orang lain jika orang lain menghadiahkan untuknya sebagaimana seseorang tidaklah memiliki harta selain yang ada dalam kepemilikannya dan yang ada pada tangannya, namun hal ini tidak berarti bahwa ia tidak dapat memiliki apa yang dihibahkan orang lain dari harta miliknya. Faedah Ada beberapa amal yang bermanfaat bagi si mati, di antaranya 1. Doa orang muslim untuknya lihat surah Al Hasyr 10, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ » . “Doa orang muslim untuk saudaranya tanpa di hadapannya adalah mustajab. Di dekatnya ada malaikat yang diserahkan untuknya. Setiap kali ia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diserahkan untuknya berkata, “Amin artinya kabulkanlah ya Allah,” dan kamu memperoleh hal yang sama.” HR. Muslim 2. Penunaian terhadap nadzarnya yang belum sempat dikerjakan baik puasa atau lainnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما - أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ - رضى الله عنه - اسْتَفْتَى رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ إِنَّ أُمِّى مَاتَتْ وَعَلَيْهَا نَذْرٌ . فَقَالَ اقْضِهِ عَنْهَا » . Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu 'anhu pernah meminta fatwa kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Beliau bersabda, “Sesungguhnya ibuku wafat sedangkan dia punya nadzar yang belum sempat ditunaikan?” Maka Beliau bersabda, “Tunaikanlah untuknya.” HR. Bukhari dan Muslim Hadits ini juga menunjukkan bolehnya sedekah dari atas nama si mati, dan bahwa hal itu akan bermanfaat baginya yaitu dengan sampainya pahala sedekah kepadanya, terlebih jika yang melakukannya anaknya lihat Fathul Bari dalam syarah hadits ini. 3. Sedekah jariyah/yang mengalir seperti waqaf 4. Ilmu yang bermanfaat 5. Doa anak saleh untuk orang tuanya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ “Apabila anak Adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga; sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan atau anak shalih yang mendoakan orang tuanya.” HR. Muslim إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ فَيَقُولُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla benar-benar meninggikan derajat untuk seorang hamba yang saleh di surga, lalu ia berkata, “Yaa Rabbi, dari mana aku mendapatkan hal ini?” Allah berfirman, “Karena permintaan ampunan dari anakmu untukmu.” Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ahmad 6. Peninggalannya yang baik. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَ حَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا نَشَرَهُ وَ وَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَ مُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيْلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَ حَيَاتِهِ تَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ "Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan yang akan sampai kepada seorang mukmin setelah wafatnya adalah ilmu yang disebarkannya, anak saleh yang ditinggalkanya, mushaf Al Qur'an yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk Ibnussabil yang didirikannya, sungai yang dialirkannya, sedekah yang dikeluarkan dari hartanya di waktu sehat dan sewaktu hidupnya. Semua itu akan sampai kepadanya setelah meninggalnya." HR. Ibnu Majah dan Baihaqi, lihat Shahihul Jaami' no. 2231 Imam As Suyuthiy membuatkan sya’ir menyebutkan hal-hal yang bermanfaat bagi seseorang setelah meninggalnya sbb اِذَا مَاتَ ابْنُ ادَمَ يَجْرِي عَلَيْهِ مِنْ فِعَالٍ غَيْرِ عَشْرٍ عُلُوْمٍ بَثَّهَا وَدُعَاءِ نَجْلٍ وَغَرْسِ النَّخْلِ وَالصَّدَقَاتُ تَجْرِي وَرَاثَةِ مُصْحَفٍ وَرِبَاطُ ثَغْرٍ وَحَفْرِ الْبِئْرِ أَوْ إِجْرَاءِ نَهْرٍ وَبَيْتٍ لْلْغَرِيْبِ بَنَاهُ يَأْوِى إلَِيْهِ أَوْ بِنَاءِ مَحَلِّ ذِكْرٍ "Apabila cucu Adam meninggal, maka mengalirlah kepadanya sepuluh perkara;, Ilmu yang disebarkannya, doa anak saleh, pohon kurma yang ditanamnya serta sedekahnya yang mengalir, Mushaf yang diwariskan dan menjaga perbatasan, Menggali sumur, mengalirkan sungai, rumah untuk musafir yang dibangunnya atau membangun tempat ibadah." 7. Menjaga perbatasan negeri yang dikhawatirkan adanya serangan musuh Ribath. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِىَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ » “Ribath sehari semalam lebih baik daripada puasa sebulan dengan qiyamullail, dan jika ia meninggal, maka amal yang dikerjakannya akan mengalir untuknya dan dialirkan rezekinya serta aman dari penguji kubur aman dari fitnah kubur.” HR. Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i 8. Tanaman yang ditanamnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتِ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةً وَلاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ » . “Tidak ada seorang muslim yang menanam suatu tanaman kecuali yang dimakan darinya adalah sedekah baginya, yang dicuri darinya adalah sedekah baginya, yang dimakan binatang buas darinya adalah sedekah dan yang dimakan burung adalah sedekah, dan tidak dikurangi oleh seorang pun kecuali menjadi sedekah baginya.” HR. Muslim 9. Menggali kubur untuk orang yang mati. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda مَنْ غَسَّلَ مَيِّتًا فَكَتَمَ عَلَيْهِ غُفِرَ لَهُ أَرْبَعِيْنَ مَرَّةً ، وَمَنْ كَفَنَ مَيِّتًا كَسَاهُ اللهُ مِنَ السُّنْدُسِ ، وَإِسْتَبْرَقِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ حَفَرَ لِمَيِّتٍ قَبْرًا فَأَجَنَّهُ فِيْهِ أُجْرِيَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ كَأَجْرِ مَسْكَنٍ أَسْكَنَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ “Barang siapa yang memandikan mayit, lalu ia menyembunyikan cacatnya, maka akan diampuni dosanya sebanyak empat puluh kali. Barang siapa yang mengkafani mayit, maka Allah akan memakaikan pakaian dari sutera tipis dan sutera tebal dari surga, dan barang siapa menggalikan kuburan untuk si mati, lalu ia menguburkannya, maka akan dialirkan pahala untuknya seperti pahala tempat yang ia buatkan sampai hari Kiamat.” HR. Hakim, ia berkata, “Hadits ini shahih sesuai syarat Muslim,” dan disepakati oleh Adz Dzahabi 10. Mencontohkan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ » . “Barang siapa mencontohkan dalam Islam contoh yang baik, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkan setelahnya. Barang siapa yang mencontohkan sunnah yang buruk seperti mencontohkan bid’ah, maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang yang mengamalkan setelahnya tanpa dikurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka.” HR. Muslim 2351📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Najm Ayat 3939-40. Dan diajarkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan usahanya yang baik atau buruk tidak akan dihilangkan. Semua itu kelak akan diperlihatkan kepadanya sehingga ia dapat berbangga dengan kebaikannya dan malu dengan amal buruknyaMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangDemikianlah beberapa penjabaran dari para ahli tafsir terhadap kandungan dan arti surat An-Najm ayat 39 arab-latin dan artinya, moga-moga bermanfaat untuk kita. Bantulah kemajuan kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan Bacaan Cukup Sering Dicari Nikmati banyak topik yang cukup sering dicari, seperti surat/ayat Al-Baqarah 255, An-Nahl 97, Luqman 12, Az-Zalzalah 7-8, Yusuf 87, Al-Baqarah 156. Ada juga Tiga 3 Terakhir al-Baqarah, An-Nahl, Ali Imran 173, Al-Kautsar 2, At-Taubah 103, At-Talaq 3. Al-Baqarah 255An-Nahl 97Luqman 12Az-Zalzalah 7-8Yusuf 87Al-Baqarah 156Tiga 3 Terakhir al-BaqarahAn-NahlAli Imran 173Al-Kautsar 2At-Taubah 103At-Talaq 3 Pencarian lau anzalna hadzal quran ayat, surat al anfal ayat 25, annisa ayat 165, ibrahim ayat 7 artinya, surat an najm ayat 39-42 beserta artinya Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawahTafsirIbnu KatsirIsmail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir. Adapun firman Allah Swt.: dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (An-Najm: 39) Yaitu sebagaimana tidak dibebankan kepadanya dosa orang lain, maka demikian pula dia tidak memperoleh pahala kecuali dari apa yang diupayakan oleh dirinya sendiri. Ilustrasi Surat An Najm ayat 39-42. Foto iStockIslam mengajarkan umatnya untuk senantiasa berikhtiar dan melakukan amal ibadah selama hidup di dunia. Sebab, semua itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Hal ini tertuang dalam Al Quran yaitu pada Surat An Najm ayat ayat ini, Allah SWT berjanji akan memberi balasan kepada orang yang mau berusaha keras. Dan setiap usaha atau ikhtiar tersebut hendaknya diawali dengan niat ikhlas karena Allah SWT Tafsir Kemenag, ayat ini juga menjelaskan bahwa segala amal ibadah manusia di dunia akan dibalas Allah SWT setelah hari kiamat datang. Pada hari itu, amal ibadah manusia ditimbang dan hanya memperoleh ganjaran dari amalannya sendiri, mereka tidak berhak atas pahala perbuatan yang tidak ayat tersebut, Imam Malik dan Imam Syafi’i memahami bahwa amal ibadah yang dilakukan orang hidup tidak bisa dilimpahkan kepada orang yang telah meninggal. Misalnya, membaca Al Quran dengan harapan balasan pahala bagi orang meninggal atau ibadah lainnya, seperti sholat, haji, dan tilawah. Semua amalan tersebut dianggap sah bagi orang meninggal itu, karena bukan perbuatan dan usaha mereka akan membalas amal kebaikan seseorang dengan balasan yang lebih sempurna dengan melipatgandakan perbuatan baik baginya. Sedangkan kejahatan akan dibalas dengan ganjaran berupa azab atau ampunan dari-Nya, karena sesungguhnya Allah Maha Penyayang dan Maha An Najm merupakan surat makkiyah yang berarti bintang. Surat ini berisi persoalan tentang aqidah, tauhid, kenabian, dan hari kiamat. Berikut bacaan arab dan latin Surat An Najm ayat 39-42 lengkap dengan Surat An Najm Ayat 39-42Ilustrasi membaca Surat An Najm ayat 39-42. Foto iStockوَاَنۡ لَّيۡسَ لِلۡاِنۡسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙWa al laisa lil insaani illaa maa sa'aaArtinya "dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,"وَاَنَّ سَعۡيَهٗ سَوۡفَ يُرٰىWa anna sa'yahuu sawfa yuraaArtinya "dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya,"ثُمَّ يُجۡزٰٮهُ الۡجَزَآءَ الۡاَوۡفٰىۙTsumma yujzaahul jazaaa 'al awfaaArtinya "kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,"وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الۡمُنۡتَهٰىۙWa anna ilaa rabbikal muntahaaArtinya "dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya segala sesuatu," QuranTerjemah Perkata Surat An-Najm Ayat 30 lengkap disertai dengan Tafsir Ringkas Kemenag, Tafsir Lengkap Kemenag, Tafsir al-Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Quraish Shihab, An-Nafahat Al-Makkiyah, Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an, Tafsir Al-Mukhtashar, Tafsir Al-Muyassar, Tafsir Al-Wajiz, Tafsir as-Sa'di, Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, Tulisan arab surat an najm ayat 39-42 teks latin arti bahasa Indonesia perkata dan isi kandungan dan hikmah yang ada di dalamnya. – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, dibawah ini merupakan ayat yang berkenaan dengan usaha atau ikhtiar mengenai apa yang diusahakan oleh manusia. sebutkan dalil tentang usaha ikhtiar manusia! maka anda dapat menjawab dengan nama surat dan ayat dibawah ini. berikut tulisan arab teks latin dilengkapi dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya, ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya segala sesuatu, berikut adalah arti terjemah perkata dari surat an Najm ayat 39 sampai dengan ayat 42. An najm 39 arabteks latinartiوَاَنْWa anDan bahwaلَّيْسَLaisaTidakلِلْاِنْسَانِLil insaaniBagi manusiaاِلَّاIllaaKecuali/selainمَاMaaApa yangسَعٰىۙSa’aaIa usahakanarti per kata surat an najm 39 An najm 40 arabteks latinartiوَاَنَّWa anDan bahwasanyaسَعْيَهٗSa’yahuuUsahanyaسَوْفَSaufaKekal/bakalيُرٰىۖYurooDiperlihatkanarti per kata an najm 40 An najm 41 arabteks latinartiثُمَّTsummaKemudianيُجْزٰىهُYujzaahuDiberi balasan kepadanyaالْجَزَاۤءَAl jazaa aBalasanالْاَوْفٰىۙWa aufaaCukup/sempurnaan najm 41 arti perkata An najm 42 arabteks latinartiوَاَنَّWa annaDan bahwaاِلٰىIlaaKepadaرَبِّكَRobbikaTuhan KamuالْمُنْتَهٰىۙAl muntahaaAkhir tujuanterjemah perkata an najm 42 itulah arti dan terjemah perkata dalam surat an Najm ayat 39 samai dengan ayat 42 yang bisa menjadi referensi dalam mengartikan setiap kata dalam surat dan aya dimaksud. Isi kandungan dan hikmah surat An Najm 39-42 apa isi kandungan dari surat an Najm ayat 39 sampai dengan 42? sebutkan hikmah yang ada di dalamnya! Melalui ayat ini Allah Swt. berjanji akan memberi balasan sempurna kepada orang yang mau berusaha keras. Setiap usaha atau ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan hidup hendaknya diawali dengan niat karena Allah Swt. semata. Contohnya Seorang pedagang menjajakan dagangannya di pasar dengan penuh harap akan mendapatkan rezeki banyak Petani mencangkul di sawah berharap hasil panennya melimpah. Tukang becak mengayuh becaknya sekuat tenaga untuk mengantarkan penumpang menuju tujuan. Atau tukang ojek yang sabar menunggu dan berpanas di jalanan. Pegawai kantoran atau disebut dengan Karyawan bekerja di kantor agar pekerjaannya segera selesai. Allah Swt. akan mengaruniakan pahala berlipat ganda kepada mereka. Pahala tersebut akan menjadi bekal meraih kebahagiaan di akhirat. Dan amal saleh yang telah mereka lakukan akan dibalas dengan surga. Surga merupakan balasan sempurna dari Allah Swt. bagi hamba-hamba-Nya yang saleh. Untuk meraih surga seorang hamba perlu ikhtiar sekuat tenaga. Di antaranya melaksanakan perintah Allah Swt. dan menjauhi laranganNya. Isi diantaranya adalah Dalam al-Qur’an Surat An Najm Ayat 39 sampai dengan 42, Allah Swt. berjanji akan memberi balasan sempurna kepada orang yang mau berusaha keras. Begitulah rangkuman dari isi kandungan surat an Najmm ayat 39-42 disertakan pula arti dan terjemahnya perkata beserta hikmah yang ada dalam buku pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Keperti kelas 9 SMP atau kelas 3 MTs. Semoga menambah pengetahuan tentang pembelajaran PAI Kelas 9, wilujeng siang, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Read more articles
Surahan najm ayat 39 42 dan terjemahannya tionedesfu Sungguh, allah mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam. Hukum Bacaan Qalqalah Dalam Surat Az Zumar Ayat 53 Judul Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Latin surat an najm ayat 39 42. Melalui ayat ini, allah swt berjanji akan
Surat An Najm ayat 39-42 merupakan ayat tentang balasan amal dan pentingnya ikhtiar. Berikut ini terjemah per kata dan isi kandungan ayat tersebut. وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى . وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى . ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَى . وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan segala sesuatu, QS. An Najm 39-42 Baca juga Ayat Kursi Terjemah Per Kata Berikut ini terjemah per kata Surat An Najm ayat 39-42 danوَBahwaأَنْTidakلَيْسَbagi manusiaلِلْإِنْسَانِkecualiإِلَّاapa yangمَاia usahakanسَعَى danوَbahwasanyaأَنَّUsahanyaسَعْيَهُkelakسَوْفَdiperlihatkanيُرَى kemudianثُمَّdiberi balasan kepadanyaيُجْزَاهُbalasanالْجَزَاءَcukup, sempurnaالْأَوْفَى danوَbahwasanyaأَنَّkepadaإِلَىtuhanmuرَبِّكَakhir tujuan, kesudahanالْمُنْتَهَى Baca juga Surat An Nahl Ayat 125 Terjemah Per Kata Isi Kandungan Surat An Najm Ayat 39-42 Berikut ini isi kandungan surat An Najm Ayat 39-42 yang kami sarikan dari sejumlah tafsir. Yakni Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al Munir, Fi Zilalil Quran, dan Tafsir Al Azhar. Isi kandungan ini juga telah dimuat di WebMuslimah dalam judul Isi Kandungan Surat An Najm Ayat 39-42. 1. Manusia hanya akan mendapatkan pahala dari apa yang ia amalkan, bukan apa yang diamalkan orang lain tanpa keterlibatan atau usahanya. 2. Surat An Najm ayat 39 juga menunjukkan pentingnya ikhtiar. Sebab apa yang ia dapatkan berbanding lurus dengan apa yang ia usahakan. 3. Setiap amal yang ia lakukan akan diperlihatkan di akhirat nanti, baik amal baik maupun amal buruk. Tidak hanya dirinya, bahkan orang lain juga akan melihatnya. 4. Seseorang akan mendapatkan balasan yang sempurna atas apa yang ia usahakan/amalkan. Tidak akan dizalimi atau dirugikan sekecil apa pun. 5. Akhir kesudahan nanti adalah kembali kepada Allah. 6. Kembali kepada Allah –yakni masuk surga atau neraka- akan sesuai dengan apa yang ia amalkan semasa di dunia. Demikian terjemah per kata dan isi kandungan Surat An Najm Ayat 39-42. Tafsir lebih lengkap bisa dibaca di artikel Surat An Najm Ayat 39-42. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbiyah]Isikandungan surat An Najm ayat 39-42 ini dilengkapi dengan teks Arab, latin, dan terjemahannya. Dalam isi kandungan yang terdapat dalam Al-Quran surat An Najm ayat 39-43 ini, memberikan makna penjelasan tentang hamba yang telah ikhtiar dan berusaha dengan ikhlas, maka Allah SWT berikan ganjaran balasan dengan pahala di akhirat kelak.